Lasqi Kalteng Gelar Pelatihan Dewan Juri

Palangka Raya (Humas) Guna meningkatkan kompetensi dan profesionalitas dewan juri Festival Seni Qasidah (FSQ), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Provinsi Kalteng mengadakan pelatihan dewan juri.

Kegiatan itu dibuka oleh Gubernur Kalteng melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng, Hamka, S.Pd, M.Pd, Jumat (26/2/2021) malam.

Ketua Panitia, Drs. H. Achmad Hairudin, M.Si melaporkan, pelatihan itu diikuti 40 peserta, terdiri dari 12 orang peserta perwakilan DPW Lasqi Provinsi dan 28 orang. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 26-28 Februari di Hotel Naskar Family Palangka Raya.

“Tujuan dilaksanakannya pelatihan dewan juri FSQ ini adalah untuk mendapatkan dewan juri FSQ yang berkualitas, profesional dan akuntabel,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng itu juga sebagai sarana kaderisasi dewan juri FSQ di Bumi Tambun Bungai ini.

Lebih lanjut dikatakan, panitia mendatangkan dua narasumber dari Jakarta yaitu dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Hj. Tuti Tarwiyah, M.Si dan dari DPP Lasqi, Asep Yusuf Zamzami.

Sementara Ketua Umum DPW Lasqi Kalteng, Hj. Rayuhani, ST dalam sambutan mengatakan, pelatihan dewan juri merupakan salah satu program perioritas tahunan DPW Lasqi. Tujuannya tidak lain agar mutu dan profesionalitas dewan juri FSQ terus meningkat.

“Semoga pelatihan ini akan memberikan banyak manfaat bagi kita semua khususnya Lasqi Kalteng utamanya dalam meningkatkan kualitas dewan juri FSQ yang kredibel, kompeten dan profesional di bidangnya masing-masing. Semoga melalui pelatihan ini juga akan lahir kader-kader juri FSQ yang profesional,” ucapnya.

Karena itu, Hj Rayuhani berharap para peserta bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, penuh hikmad dan konsentrasi sehingga akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan sebagai dewan juri.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPW Lasqi juga berpesan agar panitia dan peserta terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona karena pademik Covid-19 belum berakhir. (*)