H. Mardali Pimpin DPD Lasqi Kabupaten Lamandau

H. Mardali terpilih sebagai ketua DPD Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten Lamandau masa bhakti 2020-2025 menggantikan ketua yang lama H Tommy H Ibrahim. H. Mardali terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah (Musda) III DPD Lasqi Kabupaten Lamandau pada, Sabtu (31/10).

Musda III tersebut digelar di aula hotel putri tunggal ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Lasqi Provinsi Kalteng, Hj Rayuhani, Sekda Lamandau, Irwansyah mewakili bupati Lamandau dan Kepala Kemenag Lamandau, Drs Hamim.

Ketua Lasqi Kabupaten Lamandau sebelumnya, H Tommy dalam mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun berjalan , Lasqi Lamandau sudah bisa menoreh prestasi yang lumayan bagus. Dimana sejak tahun 2016 telah mampu masuk 5 besar pada festival seni qasidah tingkat provinsi Kalteng. Kemudian di event serupa Tahun 2017 masuk 4 besar , dan terakgir tahun 2018 masuk 3 besar saat kabupaten Lamandau menjadi tuan rumah.

Ketua Umum Lasqi Prov Kalteng , Hj Rayuhani ,ST mengatakan Musda adalah pemegang kekuasaan tertinggi. Bertujuan untuk memilih menyusun dan menetapkan pengurus DPD lasqi kabupaten lamandau periode 2020-2025 serta menyusun program kerja ke depan .

“Karenanya siapapun yang terpilih harus didukung penuh oleh seluruh anggota jajarannya, harus tetap solid demi memajukan seni bernuansa islami, yakni seni qasidah sebagai bagian dari budaya masyarakat, untuk mengembangkan syiar islam melalui seni yang berkualitas dan alat untuk mempererat ukhuwah islamiyah,” ujar istri Plt Gubernur Kalteng ini.

Sementara itu, mewakili Bupati Lamandau, Sekda Lamandau Irwansyah membeberkan bahwa lembaga seni qasidah Indonesia adalah suatu lembaga yang salah satunya bertujuan untuk membina dan mengarahkan para generasi muda dalam meningkatkan bakat dan kreasinya di bidang seni islami. Oleh karena itu, keberadaan DPD Lasqi di Kabupaten Lamandau sangat penting sekali sebagai wadah para generasi muda Kabupaten Lamandau untuk mengisi kegiatan pada hal-hal yang positif .

“Kita ketahui bersama bahwa seni qasidah bukan hanya sekedar seni tempat untuk mencari kebahagiaan tapi juga merupakan media untuk menyerukan pada kebaikan dan kebenaran. Sehingga pemerintah daerah akan mendukung penuh, baik secara moril maupun anggaran secara proporsional sesuai kemampuan daerah,” ungkapnya.

Ia berharap raihan preatasi yang telah didapat bisa sipertahankan, bahkan terus ditingkatkan. Sehingga seni qasidah mampu membawa nama kabupaten Lamandau menjadi harum.(***)